Tampilkan postingan dengan label Islam.. ^^. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam.. ^^. Tampilkan semua postingan

Agustus 18, 2011

Puasa Sehat untuk Penderita Diabetes


  • Sumber: Republika
    Setiap makanan yang kita santap akan diubah menjadi energi oleh tubuh. Di lambung dan usus makanan diurai menjadi beberapa elemen, termasuk salah satu jenis gula, yaitu glukosa.
    Jika terdapat gula maka pankreas menghasilkan insulin yang membantu mengalirkan gula ke dalam sel-sel tubuh. Kemudian gula tersebut diserap oleh tubuh dan menghasilkan energi.
    Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh. Organ pankreas penderita diabetes tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh.
    Menurut Dr R Bambang Wiratmo, spesialis penyakit dalam yang berpraktek di Jakarta, diabetes disebabkan karena kekurangan insulin di  tubuh pasien. Akibatnya gula (karbohidrat) yang masuk melalui makanan tidak dapat ditangani dengan baik. Jika ada insulin yang yang cukup dalam darah maka karbohidrat dalam dalam bentuk glukosa akan menjadi normal.
    "Pada beberapa penderita diabetes mereka mengalami kekurangan insulin yang diproduksi di dalam tubuh, sehingga gula yang ada dalam makan tidak dapat masuk ke dalam sel sehingga menjadi tinggi kadarnya di dalam darah," jelasnya.
    Bambang melanjutkan bahwa penyebab dari penyakit diabetes ini berasal dari faktor keturunan dan ada pula yang berasal dari pola makan yang tidak teratur sehingga menimbulkan kegemukan atau biasa disebut obesitas. Orang yang mempunyai berat badan melebihi batas normal dapat terserang penyakit ini.
    Banyak yang beranggapan kalau penderita diabetes sering mengalami kehausan dan rasa lapar berlebih, maka dianjurkan untuk tidak perlu berpuasa. Benarkah?
    Menurut Bambang ustru sebaliknya. Penderita diabetes seharusnya dilatih untuk melakukan puasa guna mengurangi kadar gula dalam tubuh. "Ada pasien saya yang menceritakan pengalamannya bahwa dengan melakukan berpuasa terjadi perubahan dalam dirinya. Hal ini ditandai dengan adanya kandungan kadar gula yang normal dalam tubuhnya," urainya.
    Yang penting selama puasa tidak lepas dari pola makan yang teratur, mengurangi konsumsi gula berlebih dan selalu mengkonsumsi obat-obatan khusus diabetes.
    Berikut tips dari Dr. Bambang bagi penderita diabets yang hendak berpuasa:
    1. Hindari makanan berlemak, makanan dengan pengawet atau goreng-gorengan. Sebaiknya pilih makanan yang berserat tinggi, seperti sayur dan buah.
    2. Kurangi makanan manis atau yang berkalori tinggi, seperti es krim, soda, coklat atau permen.
    3. Banyak minum banyak air putih.
    4. Olahraga secara teratur.
    5. Jangan stres.
    6. Jauhi minuman beralkohol..
    7. Stop merokok. Penderita diabetes yang merokok bahkan lebih berisiko kena serangan jantung dan atau stroke.
    8. Konsumsi suplemen dan susu rendah lemak untuk membantu asupan nutrisi.

Read More......

  • Sumber: Republika
    Setiap makanan yang kita santap akan diubah menjadi energi oleh tubuh. Di lambung dan usus makanan diurai menjadi beberapa elemen, termasuk salah satu jenis gula, yaitu glukosa.
    Jika terdapat gula maka pankreas menghasilkan insulin yang membantu mengalirkan gula ke dalam sel-sel tubuh. Kemudian gula tersebut diserap oleh tubuh dan menghasilkan energi.
    Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh. Organ pankreas penderita diabetes tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh.
    Menurut Dr R Bambang Wiratmo, spesialis penyakit dalam yang berpraktek di Jakarta, diabetes disebabkan karena kekurangan insulin di  tubuh pasien. Akibatnya gula (karbohidrat) yang masuk melalui makanan tidak dapat ditangani dengan baik. Jika ada insulin yang yang cukup dalam darah maka karbohidrat dalam dalam bentuk glukosa akan menjadi normal.
    "Pada beberapa penderita diabetes mereka mengalami kekurangan insulin yang diproduksi di dalam tubuh, sehingga gula yang ada dalam makan tidak dapat masuk ke dalam sel sehingga menjadi tinggi kadarnya di dalam darah," jelasnya.
    Bambang melanjutkan bahwa penyebab dari penyakit diabetes ini berasal dari faktor keturunan dan ada pula yang berasal dari pola makan yang tidak teratur sehingga menimbulkan kegemukan atau biasa disebut obesitas. Orang yang mempunyai berat badan melebihi batas normal dapat terserang penyakit ini.
    Banyak yang beranggapan kalau penderita diabetes sering mengalami kehausan dan rasa lapar berlebih, maka dianjurkan untuk tidak perlu berpuasa. Benarkah?
    Menurut Bambang ustru sebaliknya. Penderita diabetes seharusnya dilatih untuk melakukan puasa guna mengurangi kadar gula dalam tubuh. "Ada pasien saya yang menceritakan pengalamannya bahwa dengan melakukan berpuasa terjadi perubahan dalam dirinya. Hal ini ditandai dengan adanya kandungan kadar gula yang normal dalam tubuhnya," urainya.
    Yang penting selama puasa tidak lepas dari pola makan yang teratur, mengurangi konsumsi gula berlebih dan selalu mengkonsumsi obat-obatan khusus diabetes.
    Berikut tips dari Dr. Bambang bagi penderita diabets yang hendak berpuasa:
    1. Hindari makanan berlemak, makanan dengan pengawet atau goreng-gorengan. Sebaiknya pilih makanan yang berserat tinggi, seperti sayur dan buah.
    2. Kurangi makanan manis atau yang berkalori tinggi, seperti es krim, soda, coklat atau permen.
    3. Banyak minum banyak air putih.
    4. Olahraga secara teratur.
    5. Jangan stres.
    6. Jauhi minuman beralkohol..
    7. Stop merokok. Penderita diabetes yang merokok bahkan lebih berisiko kena serangan jantung dan atau stroke.
    8. Konsumsi suplemen dan susu rendah lemak untuk membantu asupan nutrisi.

Salah Satu Mukjizat Al Quran



  • Sumber: Republika
    Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Quran, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbitnya atau garis edarnya masing-masing.
    "Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya." (QS Al-Anbiyaa: 33).
    Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu: "Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." (QS Yasin :38).
    Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al Quran ini telah ditemukan melalui pengamatan astronomis di zaman kita. Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu kilometer per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex.
    Ini berarti matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana.
    Sebagaimana komet-komet lain di alam raya, seperti komet Halley juga bergerak mengikuti orbit atau garis edarnya yang telah ditetapkan. Komet ini memiliki garis edar khusus dan bergerak mengikuti garis edar ini secara harmonis bersama-sama dengan benda-benda langit lainnya.
    Keseluruhan alam semesta yang dipenuhi oleh lintasan dan garis edar seperti ini dinyatakan dalam Al Quran sebagai berikut: "Demi langit yang mempunyai jalan-jalan." (QS Adz-Dzaariyat: 7).
    Terdapat sekitar 200 miliar galaksi di alam semesta yang masing-masing terdiri dari hampir 200 bintang. Sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai bulan. Semua benda langit tersebut bergerak dalam garis peredaran yang diperhitungkan dengan sangat teliti.
    Selama jutaan tahun masing-masing seolah 'berenang' sepanjang garis edarnya dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Selain itu sejumlah komet juga bergerak bersama sepanjang garis edar yang ditetapkan baginya.
    Semua benda langit termasuk planet, satelit yang mengiringi planet, bintang dan bahkan galaksi, memiliki orbit atau garis edar mereka masing-masing. Semua orbit ini telah ditetapkan berdasarkan perhitungan yang sangat teliti dengan cermat. Yang membangun dan memelihara tatanan sempurna ini adalah Allah, pencipta seluruh sekalian alam.
    Garis edar di alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda angkasa. Galaksi-galaksi pun berjalan pada kecepatan luar biasa dalam suatu garis peredaran yang terhitung dan terencana. Selama pergerakan ini, tak satupun dari benda-benda angkasa ini memotong lintasan yang lain atau bertabrakan dengan lainnya. Bahkan telah teramati bahwa sejumlah galaksi berpapasan satu sama lain tanpa satu pun dari bagian-bagiannya saling bersentuhan.
    Dapat dipastikan bahwa pada saat Al Quran diturunkan manusia tidak memiliki teleskop masa kini ataupun teknologi canggih untuk mengamati ruang angkasa berjarak jutaan kilometer. Tidak pula pengetahuan fisika ataupun astronomi modern. Karenanya saat itu tidaklah mungkin untuk mengatakan secara ilmiah bahwa ruang angkasa 'dipenuhi lintasan dan garis edar' sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Akan tetapi hal ini dinyatakan secara terbuka kepada kita dalam Al Quran yang diturunkan pada saat itu: karena Al Quran adalah firman Allah.

Read More......


  • Sumber: Republika
    Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Quran, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbitnya atau garis edarnya masing-masing.
    "Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya." (QS Al-Anbiyaa: 33).
    Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu: "Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." (QS Yasin :38).
    Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al Quran ini telah ditemukan melalui pengamatan astronomis di zaman kita. Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu kilometer per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex.
    Ini berarti matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana.
    Sebagaimana komet-komet lain di alam raya, seperti komet Halley juga bergerak mengikuti orbit atau garis edarnya yang telah ditetapkan. Komet ini memiliki garis edar khusus dan bergerak mengikuti garis edar ini secara harmonis bersama-sama dengan benda-benda langit lainnya.
    Keseluruhan alam semesta yang dipenuhi oleh lintasan dan garis edar seperti ini dinyatakan dalam Al Quran sebagai berikut: "Demi langit yang mempunyai jalan-jalan." (QS Adz-Dzaariyat: 7).
    Terdapat sekitar 200 miliar galaksi di alam semesta yang masing-masing terdiri dari hampir 200 bintang. Sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai bulan. Semua benda langit tersebut bergerak dalam garis peredaran yang diperhitungkan dengan sangat teliti.
    Selama jutaan tahun masing-masing seolah 'berenang' sepanjang garis edarnya dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Selain itu sejumlah komet juga bergerak bersama sepanjang garis edar yang ditetapkan baginya.
    Semua benda langit termasuk planet, satelit yang mengiringi planet, bintang dan bahkan galaksi, memiliki orbit atau garis edar mereka masing-masing. Semua orbit ini telah ditetapkan berdasarkan perhitungan yang sangat teliti dengan cermat. Yang membangun dan memelihara tatanan sempurna ini adalah Allah, pencipta seluruh sekalian alam.
    Garis edar di alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda angkasa. Galaksi-galaksi pun berjalan pada kecepatan luar biasa dalam suatu garis peredaran yang terhitung dan terencana. Selama pergerakan ini, tak satupun dari benda-benda angkasa ini memotong lintasan yang lain atau bertabrakan dengan lainnya. Bahkan telah teramati bahwa sejumlah galaksi berpapasan satu sama lain tanpa satu pun dari bagian-bagiannya saling bersentuhan.
    Dapat dipastikan bahwa pada saat Al Quran diturunkan manusia tidak memiliki teleskop masa kini ataupun teknologi canggih untuk mengamati ruang angkasa berjarak jutaan kilometer. Tidak pula pengetahuan fisika ataupun astronomi modern. Karenanya saat itu tidaklah mungkin untuk mengatakan secara ilmiah bahwa ruang angkasa 'dipenuhi lintasan dan garis edar' sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Akan tetapi hal ini dinyatakan secara terbuka kepada kita dalam Al Quran yang diturunkan pada saat itu: karena Al Quran adalah firman Allah.