Tampilkan postingan dengan label Refleksi Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Refleksi Diri. Tampilkan semua postingan

November 09, 2011

9 JURUS HEBAT YANG MENGHEBATKAN

Sepertinya ini akan bermanfaat.. itulah yang langsung terlintas dipikiran ini, tatkala kembali membaca Tulisan luar biasa ini. tentu ini akan  dipersembahkan Buat Kamu Sahabat Hebatku. Karya dari sang motivator Hebat bernama Krishnamurti ini, patut menjadi salah satu acuan Hebat. Agar  menjadi pribadi yang luar biasa setiap hari nya. MAU? Oke, Tanpa berpanjang-panjang mukadimah, mari kita mulai saja pada point utama nya.

9 Kalimat MOTIVASI untuk Bangun dan Bangkit 
(bacalah artikel berikut ini seperti layaknya Kamu seorang Motivator dan berikan “Rasa” pada setiap kalimat yang Kamu baca)

1. Aku dilahirkan untuk menjadi PEMENANG.Keyakinan pertama yang harus aku miliki sebagai anak manusia adalah keyakinan bahwa aku dilahirkan untuk menjadi Pemenang. Aku percaya bahwa tidak mungkin TUHAN menciptakan aku ke dunia ini, tanpa alasan apapun. Tidak mungkin! Pasti ada alasannya, bukan? (tarik nafas perlahan sebentar)
Nah, jika aku berani lahir, maka aku juga haruslah berani mati (karena aku pasti mati, bukan? He..he..) Lalu, sekarang mati seperti apa yang aku inginkan? (tarik dan tahan nafas yang lama…) Duh, sereeem banget sih pertanyaannya. Iya dong, sekali-sekali serius ah! Baiklah, sekarang pilihan aku sebagai manusia yang hidup, yang masih bernafas, yang masih beredetak jantungnya, hanya tersisa satu pilihan saja, bukan? Yakni aku ingin mati sebagai apa? Ingin dikenang sebagai siapa?
Karena aku yakin bahwa aku dilahirkan untuk menjadi Pemenang, sudah sebaiknya pula aku memilih mati minimal sebagai pemenang. Pemenang seperti apa, itu persoalan lain. Yang penting pilihannya adalah kembali ke Sang Khalik sebagai seorang pemenang. Gak malu-maluin yang “nyiptain”, gitu lho! Orang Sunda bilang: “Tong Ngerakeun”.Lalu, setelah sadar bahwa aku dilahirkan untuk menjadi Pemenang, berarti aku sekarang harus bangun dari biusnya si tidur. Oke, setelah bangun bukankah diperlukan kekuatan, diperlukan keberanian, diperlukan…? Ya,…


2. Memang diperlukan Keberanian untuk melangkah maju ke depan. Namun, bagaimana berani (tahan nafas sebentar) kalau aku tetap diam di tempat?
Betul juga ya. Baiklah aku segera berdiri dan mulai melangkah. Langkah pertama, langkah kedua dan langkah ketiga, tapi oh..oh.. lihat apa yang ada di depan jalan. Ah, kayaknya agak mendung, agak redup, agak berkelok, agak licin. Ehm, bisa-bisa terpeleset, tergelincir, bahkan terpental saat di perjalanan? Ya, bisa saja. Namun, aku yakin akan pesan nenekku…

3. Daripada hanya berdiam diri… Melangkah dan mungkin tergelincir (tahan nafas sebentar) adalah pilihan yang jauh lebih baik! (tahan nafas sebentar) Ada banyak pelajaran di sana…Masak sih? Apakah benar dengan tergelincir aku malahan belajar? Betul, bila aku bisa merasakan sakitnya tergelincir, maka pasti aku akan menghindari berbuat kesalahan yang sama. Akupun akan mencari ide-ide lain yang lebih baik, lebih tepat guna, lebih kreatif, lebih produktif dan sebagainya.
Kesalahan yang terbesar adalah aku tidak pernah melakukan sesuatu, bahkan mencobanyapun “gak” pernah, malah pikiran aku sering “merancang” imajinasi rasa sakit yang belum tentu terjadi dari sebuah kesalahan atau kekeliruan di masa mendatang. Astaga, ngeri sekali bukan? Karena aku merancang ketakutan, maka seringkali aku hanya berdiam diri. Namun aku sebenarnya percaya bahwa… (baca kalimat berikut ini dengan sangat keras!!!)

4. Orang yang berani bangkit dan belajar dari kegagalan adalah PEMENANG SEJATI!Huh, lumayan kalimat motivasi ini ya. Cukup kuat dampaknya untuk membangkitkan semangat paling dalam dari diriku. Di dunia ini banyak sekali cerita orang yang pernah mengalami kegagalan dan setelah itu tidak ada lagi ceritanya. Apakah aku mau seperti mereka? Habis terbit, kena awan gelap dan menghilang tanpa bekas? Gone with the wind…
Ah, aku kan bisa punya pilihan lain. Aku ingin jadi pemenang atas diriku sendiri. Cerita kehidupan yang hanya bisa dibagikan adalah cerita kebangkitan, bukan cerita kegagalan. Wah, jika aku tidak pernah bangkit, maka habislah pula cerita hidupku. Percuma dong aku dilahirkan.
Baik, baiklah dan baiklah! (silahkan teriak dalam hati he..he..) Sekarang aku tanamkan dalam benak aku bahwa aku HARUS bangkit, kapanpun saat aku mengalami apa yang disebut orang lain adalah kegagalan. Karena aku yakin dan percaya bahwa…

5. Apa pun SAYA BISA jika saya mau!Kuncinya adalah kemauan, bukan kemampuan. Orang yang memiliki kemampuan, jika tidak ada kemauan, bagaikan mayat hidup yang tidak tahu mau kemana. Gak bedanya dengan hidup luntang lantung, gak ada tenaga, gak ada semangat, gak ada spirit, gak nafsu deh hidup kayak gitu. Hidup ini adalah pilihan, kok. Aku bisa memilih sedih (hening 3 detik) , aku bisa memilih senang (hening 2 detik). Aku bisa memilih marah (hening 1 detik) dan aku bisa memilih tenaaang. Nah, jika…

6. Hidup ini adalah pilihan. Aku memilih menjadi orang yang bahagia ….Aku tahu memang sebuah pilihan yang tidaklah mudah, namun aku harus mulai belajar berani memilih dan memutuskan kemana arah hidupku. Apa pilihan hidupku? Akulah yang harus menentukan arah jalan hidupku. Akulah yang menentukan titiknya… Besar titiknya… Warna titiknya… Bunyi titiknya… Rasa titiknya… Sinar titiknya… Sinar biasa atau sinar sebuah BERLIAN? Kecil bentuknya (tahan nafas sebentar, lalu katakan dengan keyakinan kuat), namun silau sinarnya. Kekuatan silau sinar berlianlah yang membuat aku tidak mungkin kehilangan arah. Walau disekitarku kadang mendung, kadang redup, kadang gelap. Karena…

7. Semakin aku fokus pada impianku. Semakin cepat aku mencapai impianku.Fokus menghasilkan energi yang besar, bahkan semakin lama semakin dahsyat. Fokus membuatku bersemangat, berenergi, berkeringat, tetap panas karena membantu aku untuk selalu bergerak. Bergerak melangkah, bergerak lari, bergerak ke arah silau sinar berlian yang memimpinku. Karena fokus, maka apapun situasi disekitarku, tidak akan membuatku terganggu. Jalan yang berkelokpun, kujalani…. Jalan macetpun, kunikmati… Jalan berbatupun, kelewati… Jalan terhalangpun, kulampaui… Karena arah fokusku jelas, arah menuju sinar berlian, sinar tujuan hidupku… Silau namun indah. Maka, aku tidak akan pernah menunggu situasi. Dan sebaiknya…

8. Berhentilah menunggu kondisi membaik. LAKUKAN SESUATU agar kondisi membaik. Itulah motto hidupku. Banyak hal diluar jangkauan kemampuanku, keadaan alam semesta, keadaan negara, keadaan masyarakat dimana aku berada. Buat apa aku fokus pada sesuatu diluar kendaliku. Lebih baik aku fokus pada sesuatu yang bisa aku kendalikan, bukan? Sesuatu yang bisa aku jangkau, sesuatu yang bisa aku buat lebih baik. Jadi aku pikir, sebaiknya aku fokus saja pada karya. Ya, berkarya, berkarya dan berkarya…Sekarang setelah aku sadar, aku bangun, aku bangkit dan aku berkarya, aku fokus pada karyaku, maka selanjutnya…

9. Aku bekerja dengan sungguh-sungguh. Aku berdoa dengan sungguh-sungguh.Selanjutnya, biarlah Tuhan yang menentukan. (Florence Griffit Joyner)(Sekarang katakan dalam hati dengan rasa keyakinan yang kuat)BENDERA SUDAH DIKIBARKAN.(lebih perkuat lagi rasa keyakinan Kamu) MAKA KIBARKANLAH SETINGGI MUNGKIN.(tingkatkan rasa keyakinan Kamu sekuat-kuatnya) KIBARKANLAH BENDERA KEMENANGAN KEPADA KEHIDUPAN.KEHIDUPAN YANG BERHIKMAH.

Sahabat, Apa yang Kamu rasakan sekarang? Dengan membaca dengan sepenuh hati. Semoga akan meningkatkan peforma Kamu dalam Bertindak dengan Hebat, tentunya dengan hasil yang Luar biasa. Kamu Mau hal ini terjadi pada kehidupan Kamu? mmh.. Kamu berhak menentukannya.Okey.. Keep Smiling… Keep Spirit and Be HEBAT….. you are HEBAT..SEMANGAAAT !!

With Love,
Dr.Andhyka P.Sedyawan

Read More...... Sepertinya ini akan bermanfaat.. itulah yang langsung terlintas dipikiran ini, tatkala kembali membaca Tulisan luar biasa ini. tentu ini akan  dipersembahkan Buat Kamu Sahabat Hebatku. Karya dari sang motivator Hebat bernama Krishnamurti ini, patut menjadi salah satu acuan Hebat. Agar  menjadi pribadi yang luar biasa setiap hari nya. MAU? Oke, Tanpa berpanjang-panjang mukadimah, mari kita mulai saja pada point utama nya.

9 Kalimat MOTIVASI untuk Bangun dan Bangkit 
(bacalah artikel berikut ini seperti layaknya Kamu seorang Motivator dan berikan “Rasa” pada setiap kalimat yang Kamu baca)

1. Aku dilahirkan untuk menjadi PEMENANG.Keyakinan pertama yang harus aku miliki sebagai anak manusia adalah keyakinan bahwa aku dilahirkan untuk menjadi Pemenang. Aku percaya bahwa tidak mungkin TUHAN menciptakan aku ke dunia ini, tanpa alasan apapun. Tidak mungkin! Pasti ada alasannya, bukan? (tarik nafas perlahan sebentar)
Nah, jika aku berani lahir, maka aku juga haruslah berani mati (karena aku pasti mati, bukan? He..he..) Lalu, sekarang mati seperti apa yang aku inginkan? (tarik dan tahan nafas yang lama…) Duh, sereeem banget sih pertanyaannya. Iya dong, sekali-sekali serius ah! Baiklah, sekarang pilihan aku sebagai manusia yang hidup, yang masih bernafas, yang masih beredetak jantungnya, hanya tersisa satu pilihan saja, bukan? Yakni aku ingin mati sebagai apa? Ingin dikenang sebagai siapa?
Karena aku yakin bahwa aku dilahirkan untuk menjadi Pemenang, sudah sebaiknya pula aku memilih mati minimal sebagai pemenang. Pemenang seperti apa, itu persoalan lain. Yang penting pilihannya adalah kembali ke Sang Khalik sebagai seorang pemenang. Gak malu-maluin yang “nyiptain”, gitu lho! Orang Sunda bilang: “Tong Ngerakeun”.Lalu, setelah sadar bahwa aku dilahirkan untuk menjadi Pemenang, berarti aku sekarang harus bangun dari biusnya si tidur. Oke, setelah bangun bukankah diperlukan kekuatan, diperlukan keberanian, diperlukan…? Ya,…


2. Memang diperlukan Keberanian untuk melangkah maju ke depan. Namun, bagaimana berani (tahan nafas sebentar) kalau aku tetap diam di tempat?
Betul juga ya. Baiklah aku segera berdiri dan mulai melangkah. Langkah pertama, langkah kedua dan langkah ketiga, tapi oh..oh.. lihat apa yang ada di depan jalan. Ah, kayaknya agak mendung, agak redup, agak berkelok, agak licin. Ehm, bisa-bisa terpeleset, tergelincir, bahkan terpental saat di perjalanan? Ya, bisa saja. Namun, aku yakin akan pesan nenekku…

3. Daripada hanya berdiam diri… Melangkah dan mungkin tergelincir (tahan nafas sebentar) adalah pilihan yang jauh lebih baik! (tahan nafas sebentar) Ada banyak pelajaran di sana…Masak sih? Apakah benar dengan tergelincir aku malahan belajar? Betul, bila aku bisa merasakan sakitnya tergelincir, maka pasti aku akan menghindari berbuat kesalahan yang sama. Akupun akan mencari ide-ide lain yang lebih baik, lebih tepat guna, lebih kreatif, lebih produktif dan sebagainya.
Kesalahan yang terbesar adalah aku tidak pernah melakukan sesuatu, bahkan mencobanyapun “gak” pernah, malah pikiran aku sering “merancang” imajinasi rasa sakit yang belum tentu terjadi dari sebuah kesalahan atau kekeliruan di masa mendatang. Astaga, ngeri sekali bukan? Karena aku merancang ketakutan, maka seringkali aku hanya berdiam diri. Namun aku sebenarnya percaya bahwa… (baca kalimat berikut ini dengan sangat keras!!!)

4. Orang yang berani bangkit dan belajar dari kegagalan adalah PEMENANG SEJATI!Huh, lumayan kalimat motivasi ini ya. Cukup kuat dampaknya untuk membangkitkan semangat paling dalam dari diriku. Di dunia ini banyak sekali cerita orang yang pernah mengalami kegagalan dan setelah itu tidak ada lagi ceritanya. Apakah aku mau seperti mereka? Habis terbit, kena awan gelap dan menghilang tanpa bekas? Gone with the wind…
Ah, aku kan bisa punya pilihan lain. Aku ingin jadi pemenang atas diriku sendiri. Cerita kehidupan yang hanya bisa dibagikan adalah cerita kebangkitan, bukan cerita kegagalan. Wah, jika aku tidak pernah bangkit, maka habislah pula cerita hidupku. Percuma dong aku dilahirkan.
Baik, baiklah dan baiklah! (silahkan teriak dalam hati he..he..) Sekarang aku tanamkan dalam benak aku bahwa aku HARUS bangkit, kapanpun saat aku mengalami apa yang disebut orang lain adalah kegagalan. Karena aku yakin dan percaya bahwa…

5. Apa pun SAYA BISA jika saya mau!Kuncinya adalah kemauan, bukan kemampuan. Orang yang memiliki kemampuan, jika tidak ada kemauan, bagaikan mayat hidup yang tidak tahu mau kemana. Gak bedanya dengan hidup luntang lantung, gak ada tenaga, gak ada semangat, gak ada spirit, gak nafsu deh hidup kayak gitu. Hidup ini adalah pilihan, kok. Aku bisa memilih sedih (hening 3 detik) , aku bisa memilih senang (hening 2 detik). Aku bisa memilih marah (hening 1 detik) dan aku bisa memilih tenaaang. Nah, jika…

6. Hidup ini adalah pilihan. Aku memilih menjadi orang yang bahagia ….Aku tahu memang sebuah pilihan yang tidaklah mudah, namun aku harus mulai belajar berani memilih dan memutuskan kemana arah hidupku. Apa pilihan hidupku? Akulah yang harus menentukan arah jalan hidupku. Akulah yang menentukan titiknya… Besar titiknya… Warna titiknya… Bunyi titiknya… Rasa titiknya… Sinar titiknya… Sinar biasa atau sinar sebuah BERLIAN? Kecil bentuknya (tahan nafas sebentar, lalu katakan dengan keyakinan kuat), namun silau sinarnya. Kekuatan silau sinar berlianlah yang membuat aku tidak mungkin kehilangan arah. Walau disekitarku kadang mendung, kadang redup, kadang gelap. Karena…

7. Semakin aku fokus pada impianku. Semakin cepat aku mencapai impianku.Fokus menghasilkan energi yang besar, bahkan semakin lama semakin dahsyat. Fokus membuatku bersemangat, berenergi, berkeringat, tetap panas karena membantu aku untuk selalu bergerak. Bergerak melangkah, bergerak lari, bergerak ke arah silau sinar berlian yang memimpinku. Karena fokus, maka apapun situasi disekitarku, tidak akan membuatku terganggu. Jalan yang berkelokpun, kujalani…. Jalan macetpun, kunikmati… Jalan berbatupun, kelewati… Jalan terhalangpun, kulampaui… Karena arah fokusku jelas, arah menuju sinar berlian, sinar tujuan hidupku… Silau namun indah. Maka, aku tidak akan pernah menunggu situasi. Dan sebaiknya…

8. Berhentilah menunggu kondisi membaik. LAKUKAN SESUATU agar kondisi membaik. Itulah motto hidupku. Banyak hal diluar jangkauan kemampuanku, keadaan alam semesta, keadaan negara, keadaan masyarakat dimana aku berada. Buat apa aku fokus pada sesuatu diluar kendaliku. Lebih baik aku fokus pada sesuatu yang bisa aku kendalikan, bukan? Sesuatu yang bisa aku jangkau, sesuatu yang bisa aku buat lebih baik. Jadi aku pikir, sebaiknya aku fokus saja pada karya. Ya, berkarya, berkarya dan berkarya…Sekarang setelah aku sadar, aku bangun, aku bangkit dan aku berkarya, aku fokus pada karyaku, maka selanjutnya…

9. Aku bekerja dengan sungguh-sungguh. Aku berdoa dengan sungguh-sungguh.Selanjutnya, biarlah Tuhan yang menentukan. (Florence Griffit Joyner)(Sekarang katakan dalam hati dengan rasa keyakinan yang kuat)BENDERA SUDAH DIKIBARKAN.(lebih perkuat lagi rasa keyakinan Kamu) MAKA KIBARKANLAH SETINGGI MUNGKIN.(tingkatkan rasa keyakinan Kamu sekuat-kuatnya) KIBARKANLAH BENDERA KEMENANGAN KEPADA KEHIDUPAN.KEHIDUPAN YANG BERHIKMAH.

Sahabat, Apa yang Kamu rasakan sekarang? Dengan membaca dengan sepenuh hati. Semoga akan meningkatkan peforma Kamu dalam Bertindak dengan Hebat, tentunya dengan hasil yang Luar biasa. Kamu Mau hal ini terjadi pada kehidupan Kamu? mmh.. Kamu berhak menentukannya.Okey.. Keep Smiling… Keep Spirit and Be HEBAT….. you are HEBAT..SEMANGAAAT !!

With Love,
Dr.Andhyka P.Sedyawan

September 28, 2011

MeMOtIVaSI DiRI

Kepikiran gak sich.. kadang jenuh juga ya sama rutinitas yang kita jalani setiap hari?? Sebenarnya kita menikmati, tapi ada kalanya BT jugaa... Emang selalu dibutuhkan sesuatu yang baru untuk bisa merefresh pikiran, jiwa dan raga kita ya... hehehe

Seperti yang aku rasain sekarang... lebih berasa BT lagi, kalau rutinitas yang kita jalani selama ini ternyata kayaknya kok ga berbuah hasil ya...?? Jadi ga ada perubahan atas segala waktu tenaga pikiran yang telah kita tumpahin semua ke rutinitas harian kita ini.. jd tambah berasa BT.. tauuu.. ;(
Setiap hari sebenarnya selalu ada koneksi untuk bisa membuat segala sesuatu yang baru.., tapi kadang kita sudah terlalu nyaman dengan "rutinitas harian" kita, sehingga dah males aja ya.. mencoba hal baru yang belum tau pasti ke depannya gimana dan hasilnya gimana.. (hahahahaha.. curCol Booooo'!!) ngarepnya instaaaaan ajah!.. emang gitu, ga muna kan?? hehehe...

Tekad dan niat itulah inti untuk kita bisa maju, tanpa males.. dan motivasi juga tentunya... Pasti kita mempunyai motivasi untuk melakukan sesuatu yang akan menjadikan kita manusia yang menjadi lebih baik bukan... ?? ya Dong..?? Pastinya donng?? ga mungkin tanpa motivasi kan???.. *maksa bgt sich*
Motivasi akan menjadikan kita sebagai manusia yang ingin bisa di banggakan, membuktikan kepada org lain maupun diri sendiri bahwa kita bisa dan harus bisa *kalau mereka bisa.. kenapa kita enggak??*

Read More...... Kepikiran gak sich.. kadang jenuh juga ya sama rutinitas yang kita jalani setiap hari?? Sebenarnya kita menikmati, tapi ada kalanya BT jugaa... Emang selalu dibutuhkan sesuatu yang baru untuk bisa merefresh pikiran, jiwa dan raga kita ya... hehehe

Seperti yang aku rasain sekarang... lebih berasa BT lagi, kalau rutinitas yang kita jalani selama ini ternyata kayaknya kok ga berbuah hasil ya...?? Jadi ga ada perubahan atas segala waktu tenaga pikiran yang telah kita tumpahin semua ke rutinitas harian kita ini.. jd tambah berasa BT.. tauuu.. ;(
Setiap hari sebenarnya selalu ada koneksi untuk bisa membuat segala sesuatu yang baru.., tapi kadang kita sudah terlalu nyaman dengan "rutinitas harian" kita, sehingga dah males aja ya.. mencoba hal baru yang belum tau pasti ke depannya gimana dan hasilnya gimana.. (hahahahaha.. curCol Booooo'!!) ngarepnya instaaaaan ajah!.. emang gitu, ga muna kan?? hehehe...

Tekad dan niat itulah inti untuk kita bisa maju, tanpa males.. dan motivasi juga tentunya... Pasti kita mempunyai motivasi untuk melakukan sesuatu yang akan menjadikan kita manusia yang menjadi lebih baik bukan... ?? ya Dong..?? Pastinya donng?? ga mungkin tanpa motivasi kan???.. *maksa bgt sich*
Motivasi akan menjadikan kita sebagai manusia yang ingin bisa di banggakan, membuktikan kepada org lain maupun diri sendiri bahwa kita bisa dan harus bisa *kalau mereka bisa.. kenapa kita enggak??*

September 21, 2011

Sebuah Renungan Bagi Kita Semua


Aku mempunyai pasangan hidup...

Saat senang aku cari pasanganku

Saat sedih aku cari orang tua


Saat sukses aku ceritakan pada pasanganku

Saat gagal aku ceritakan pada bapak


Saat bahagia aku peluk erat pasanganku

Saat sedih aku peluk erat ibuku


Saat liburan aku bawa pasanganku

Saat aku sibuk, anak kuantar ke rumah bapak


Saat sambut valentine, selalu beri hadiah pada pasangan.

Saat sambut hari ibu, aku cuma ucapkan "Selamat Hari ibu"


Selalu aku ingat pasanganku

Selalu ibu yang ingat aku


Setiap saat aku akan telpon pasanganku

Kalau inget aku akan telpon orang tuaku


Selalu aku belikan hadiah untuk pasanganku

Entah kapan aku akan belikan hadiah untuk ibu


Renungkan :

"Kalau kau sudah habis belajar dan berkerja...

bolehkah kau kirim uang untuk orang tuamu?

Ibu tdk mnta banyak, lima puluh ribu sebulan pun cukuplah".

Berderai air mata jika kita mendengarnya . . .

Tapi kalau mereka sudah tiada . . .


Papa . .   Mama . .

Aku Rindu . . . . Sangat Rindu . . . . 


Sumber :
kaskus.us

Read More......

Aku mempunyai pasangan hidup...

Saat senang aku cari pasanganku

Saat sedih aku cari orang tua


Saat sukses aku ceritakan pada pasanganku

Saat gagal aku ceritakan pada bapak


Saat bahagia aku peluk erat pasanganku

Saat sedih aku peluk erat ibuku


Saat liburan aku bawa pasanganku

Saat aku sibuk, anak kuantar ke rumah bapak


Saat sambut valentine, selalu beri hadiah pada pasangan.

Saat sambut hari ibu, aku cuma ucapkan "Selamat Hari ibu"


Selalu aku ingat pasanganku

Selalu ibu yang ingat aku


Setiap saat aku akan telpon pasanganku

Kalau inget aku akan telpon orang tuaku


Selalu aku belikan hadiah untuk pasanganku

Entah kapan aku akan belikan hadiah untuk ibu


Renungkan :

"Kalau kau sudah habis belajar dan berkerja...

bolehkah kau kirim uang untuk orang tuamu?

Ibu tdk mnta banyak, lima puluh ribu sebulan pun cukuplah".

Berderai air mata jika kita mendengarnya . . .

Tapi kalau mereka sudah tiada . . .


Papa . .   Mama . .

Aku Rindu . . . . Sangat Rindu . . . . 


Sumber :
kaskus.us

Agustus 25, 2011

Cinta TAk BerBALAS.. ;)




Maaf Akhi, bukannya saya tidak menghormati permintaan akhi. Tapi rasanya kita cukup menjalin ukhuwah saja dalam perjuangan. Saya doakan semoga akhi menemukan pasangan lain yang lebih baik dari saya.”

Amboi, bagaimana rasanya bila kalimat di atas dialami oleh para ikhwan? Bisa saja langit terasa runtuh, hati berkeping-keping. Sang pujaan hati yang kita harapkan menjadi teman setia dalam mengarungi perjalanan hidup menampik khitbah kita. Segala asa yang pernah coba ditambatkan akhirnya karam. Cinta suci sang ikhwan bertepuk sebelah tangan.

Ya drama kehidupan menuju meghligai pelaminan memang beragam. Ada yang menjalaninya dengan smooth, amat mulus, tapi ada yang berliku penuh onak duri, bahkan ada yang pupus ditengah perjalanan karena cintanya tak bertaut dalam maghligai pernikahan.

Ini bukan saja dialami oleh para ikhwan, kaum akhwat pun bias mengalaminya. Bedanya, para ikhwan mengalami secara langsung karena posisi mereka sebagai subyek/pelaku aktif dalam proses melamar. Sehingga getirnya kegagalan cinta –seandainya memang terasa getir- langsung terasa. Sedangkan kaum akhwat perasaanya lebih aman tersembunyi karena mereka umumnya berposisi pasif, menunggu pinangan. Tapi manakala sang ikhwan yang didamba memilih berlabuh dihati yang lain kekecewaan juga merebak dihati mereka.

Mengambil sikap
Ikhwan dan akhwat rahimakumullah, siapapun berhak kecewa manakala keinginan dan cita-citanya tidak tercapai. Perasaan kecewa adalah bagian dari gharizatul baqa’ (naluri mempertahankan diri) yang Allah ciptakan pada manusia. Dengannya, manusia adalah manusia bukan onggokan daging dan tulang belulang. Ia juga bukan robot yang bergerak tanpa perasaan, tapi manusia memiliki aneka emosi jiwa. Ia bisa bergembira tapi juga bisa kecewa.

Emosi negatif, seperti perasaan kecewa akibat tertolak, bukannya tanpa hikmah. Kesedihan akan memperhalus perasaan manusia, bahkan akan meningkatkan kepekaannya pada sesama. Bila dikelola dengan baik maka akan semakin matanglah emosi yang terbentuk. Tidak meledak-ledak lalu lenyap seketika. Ia akan siap untuk kesempatan berikutnya; kecewa ataupun bergembira. Jadi mengapa tidak bersyukur manakala kita ternyata bisa kecewa? Karena berarti kita adalah mansia seutuhnya.

Kegagalan meraih cinta juga bukan pertanda bencana. Tapi akan memberikan pelajaran beharga pada manusia. Seorang filsuf bernama John Charles Salak mengatakan : Orang-orang yang gagal dibagi menjadi dua; yaitu mereka yang berfikir gagal padahal tidak pernah melakukannya, dan mereka yang melakukan kegagalan dan tak penah memikirkannya.
Karenanya kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, tapi justru awal dari segala-galanya. Meski terdengar klise tapi ada benarnya; ambillah pelajaran dari sebuah kegagalan lalu buatlah perbaikan diri. Tentu saja itu dengan tetap mengimani qadla Allah SWT.
Agar kegagalan mengkhitbah tidak menjadi petaka, maka ikhwan dan akhwat, persiapkanlah diri sebaik-baiknya, ada beberapa langkah yang bisa diambil:

Percayai qadla
Manusia tidak suka dengan penolakan. Ia ingin semua keinginannya selalu terpenuhi. Padahal ditolak adalah salah satu bagian dari kehidupan kita. Kata seorang kawan, hidup itu adakaanya tidak bisa memilih. Perkataan itu benar adanya, cobalah kita renungkan, kita lahir kedunia ini tanpa ada pilihan; terlahir sebagai seorang pria atau wanita, berkulit coklat atau putih, berbeda suku bangsa, dsb. Demikian pula rezeki dan jodoh adalah hal yang berada di luar pilihan kita. Man propose, god dispose. Kita hanya bisa menduga dan berikhtiar, tapi Allah jua yang menentukan.

“Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam rahim ibunya selama 40 hari kemudian menjadi ‘alaqah kemudian menjadi janin, lalu Allah mengutus malaikat dan diperintahkannya dengan empat kata dan dikatakan padanya: ‘tulislah amalnya, rizkinya dan ajalnya.” (HR.Bukhari)
Maka kokohkanlah keimanan saat momen itu terjadi pada kita. Yakinilah skenario Allah tengah berlangsung, dan jadilah penyimak yang baik dengan penuh sangka yang baik padaNya. Tanamkan dalam diri kita ‘Allah Mahatahu yang terbaik bagi hamba-hambaNya’.

Jangan biarkan kekecewaan menggerogoti keimanan kita kepadaNya. Apalagi dengan terus menanamkan prasangka buruk padaNya. Segerahlah sadar bahwa ini adalah ujian dari Allah . akankah kita menerima qadla-Nya atau merutuknya?

Dengan demikian, fragmen yang pahit dalam kehidupan InsyaAllah akan memperkuat keyakinan kita bahwa Allah sayang pada kita. Demikian sayangnya, sampai-sampai Allah tidak rela menjodohkan kita dengan si fulan yang kita sangka sebagai pelabuhan cinta kita.

Bersiap untuk cinta dan bahagia
“Seandainya ukhti menjadi istri saya, saya berjanji akan membahagiakan ukhti,” demikian ungkapan keinginan para ikhwan terhadap akhwat yang akan mereka lamar. Puluhan, mungkin ratusan angan-angan kita siapkan seandainya si dia menerima pinangan cinta kita. Kita begitu siap untuk berbahagia dan membahagiakan orang lain. Sama seperti banyak orang yang ingin menjadi kaya, tenar dan dipuja banyak orang.

Sayang, banyak diantara kita yang belum siap untuk merasa kecewa. Dan ketika impian itu berakhir kita seperti terhempas. Tidak percaya bahwa itu bisa terjadi, ada akhwat yang ‘berani’ menolak pinangan kita. Bila kurang waras, mungkin akan keluar ucapan, “berani-beraninya…” atau “apa yang kurang dari saya…..”
Akhi dan ukhti, jangan biarkan angan-angan membuai kita dan membuat diri menjadi tulul amal, panjang angan-angan. Sadarilah semakin tinggi angan membuai kita, semakin sakit manakala tak tergapai dan terjatuh. Ambillah sikap simbang setiap saat; bersiap diri menjadi senang sekaligus kecewa. Sikap itu akan menjadi bufferl penyangga mental kita, apapun yang terjadi kelak.

Manakala kenyataan pahit yang ada di depan mata, sang akhwat menolak khitbah kita atau sang ikhwan memilih ‘bunga’ yang lain, hati ini tidak akan tercabik. Yang akan datang adalah keikhlasan dan sikap lapang dada. Demikian pula saat ia menjatuhkan pilihannya pada kita, hati ini akan bersyukur padaNya karena doa terkabul, keinginan menjadi kenyataan.

” Menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya urusannya seluruhnya baik dan tidaklah hal itu dimiliki oleh seseorang kecuali bagi seorang mukmin. Jika mendapat nikmat ia bersyukur maka hal itu baik baginya, dan jika menderita kesusahan ia bersabar maka hal itu lebih baik baginya.” (HR. Muslim)

Bukan Aib
Ditolak? Emang enak! Wah, mungkin demikian pikiran sebagian ikhwan. Malu, kesal dan kecewa menjadi satu. Tapi itulah bentuk ‘perjuangan’ menuju pernikahan. Kita tidak akan pernah tahu apakah sang pujaan menerima atau menolak kita, kecuali setelah mengajukan pinangan padanya. Manakala ditolak tidak usah malu, bukan cuma kita yang pernah ditolak, banyak ikhwan yang ‘senasib’ dan ‘sependeritaan’.
Saatnya berjiwa besar ketika ditolak. Tidak perlu merasa terhina. Demikian pula saat banyak orang tahu hal itu. Bukankah apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang benar? Mengapa mesti malu.

Kita mungkin takkan Bahagia’
Marah-marah karena lamaran tertolak? Mendoakan keburukan pada ikhwan yang tidak mencintai kita? Itu bukan sikap seorang muslim/muslimah yang baik. Tidak ada yang bisa melarang seseorang untuk jatuh cinta maupun menolak cinta. Sebagaimana kita punya hak untuk mencintai dan melamar orang, maka ada pula hak yang diberikan agama pada orang lain untuk menolak pinangan kita. Bahkan dalam kehidupan rumah tangga pun seorang suami dan istri diberikan hak oleh Allah SWT. Untuk membatalkan sebuah ikatan pernikahan.

Mengapa ada hak penolakan cinta yang diberikan Allah pada kita? Bahkan dalam pernikahan ada pintu keluar ‘perceraian’? jawabannya adalah sangat mungkin manusia yang jatuh cinta atau setelah membangun rumah tangga, ternyata tak kunjung memperoleh kebahagiaan ( al hanaah ) dari pasangannya, maka tiada guna mempertahankan sebuah bahtera rumah tangga bila kebahagiaan dan ketentraman tak dapat diraih. Wallahu’alam bi ash shawab

Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik.” ( Al-Baqarah[2]:229 )

Berpikir positiflah manakala cinta tak berbalas. Belum tentu kita memperoleh kebahagiaan bila hidup bersamanya. Apa yang kita pandang baik secara kasat mata, belum tentu berbuah kebaikan di kemudian hari.
Adakalanya keinginan untuk hidup bersama orang yang kita idamkan begitu menggoda. Tapi bila ternyata cinta kita bertepuk sebelah tangan, untuk apa semua kita pikirkan lagi? Allah Maha Pangatur, ia pasti akan mempertemukan kita dengan orang yang memberikan kebahagiaan seperti yang kita angankan. Bahkan mungkin lebih dari yang kita harapkan.

Be positive thinking, suatu hari kelak ketika antum telah menikah dengan orang lain –bukan dengan si dia yang antum idamkan- niscaya antum takjub dengan kebahagiaan yang antum rasakan. Percayalah banyak orang yang telah merasakan hal demikian.
Saya tak mungkin berbahagia tanpanya’
ini adalah perangkap, ia akan memenjarakan kita terus menerus dalam kekecewaan. Perasaan ini juga menghambat kita untuk mendapatkan kesempatan berbahagia dengan orang lain. Mereka yang terus menerus mengingat orang yang pernah menolaknya, dan masih terbius dengan angan-angannya sebenarnya tengah menyiksa perasaan mereka sendiri dan menutup peluang untuk bahagia.

Mari berpikir jernih, untuk apa memikirkan orang lain yang sudah menjalani kehidupannya sendiri? Jangan biarkan orang lain membatalkan kebahagiaan kita. Diri kitalah yang bisa menciptakannya sendiri. Untuk itu tanamkan optimisme dan keyakinan terhadap qadla Allah SWT. Insya Allah, akan ada orang yang membahagiakan kita kelak.

Cinta membutuhkan waktu
“maukah ukhti menjadi istri saya? Saya tunggu jawaban ukhti dalam waktu 1 X 24 jam!” Masya Allah, cinta bukanlah martabak telor yang bisa di tunggu waktu matangnya. Ia berproses, apalagi berbicara rumah tangga, pastinya banyak pertimbangan-pertimbangan yang harus dipikirkan. Ada unsur keluarga yang harus berperan. Selain juga ada pilihan-pilihan yang mungkin bisa diambil.

Jadi harap dipahami bila kesempatan datangnya cinta itu menunggu waktu. Seorang akhwat yang akan dilamar –contoh extrim pada kasus diatas- bisa jadi tidak serta merta menjawab. Biarkanlah ia berpikir dengan jernih sampai akhirnya ia melahirkan keputusan. Jadi cara berpikir seperti di atas sebenarnya lebih cocok dimiliki anggota tim SWAT ketimbang orang yang berkhitbah

Ideal bagus, Tapi realistik adalah sempurna
“Suami yang saya dambakan adalah yang bertanggungjawab pada keluarga, giat berdakwah dan rajin beribadah, cerdas serta pengertian, penyayang, humoris, mapan dan juga tampan.” Itu mungkin suami dambaan Anda duhai Ukhti . tapi jangan marah bila saya katakan bahwa seandainya kriteria itu adalah harga mati yang tak tertawar, maka yang ukhti butuhkan bukanlah seorang ikhwan melainkan kitab-kitab pembinaan. Kenyataannya tidak ada satupun lelaki didunia ini yang bisa memenuhi semua keinginan kita. Ada yang mapan tapi kurang rupawan, ada yang rajin beribadah tapi kurang mapan, ada yang giat dakwah dakwah tapi selalu merasa benar sendiri, dsb.

Ini bukan berarti kita tidak boleh memiliki kriteria bagi calon suami/istri kita, lantas membuat kita mengubah prinsip menjadi ‘yang penting akhwat” atau “yang penting ikhwan”. Tapi realistislah, setiap menusia punya kekurangan – sekaligus kelebihan. Mereka yang menikah adalah orang-orang yang berani menerima kekurangan pasangannya, bukan orang-orang yang sempurna. Tapi berpikir realistis terhadap orang yang akan melamar kita, atau yang akan kita lamar, adalah kesempurnaan
Maka doa kita kepada Allah bukanlah,”berikanlah padaku pasangan yang sempurna” tetapi “ya Allah, karuniakanlah padaku pasangan yang baik bagi agamaku dan duniaku.”

Kekuatan Ruhiyah
Percaya diri itu harus, tapi overselfconfidence adalah kesalahan. Jangan terlalu percaya diri akhi bahwa lamaran antum diterima. Jangan juga terlalu yakin ukhti, bahwa sang pujaan akan datang ke rumah anti. Perjodohan adalah perkara gaib. Tanpa ada seorang pun yang tahu kapan dan dengan siapa kita akan berjodoh. Cinta dan berjodohan tidak mengenal status dan identifikasi fisik. Bukan karena ukhti cantik maka para ikhwan menyukai ukhti. Juga bukan karena akhi seorang hamalatud da’wah lalu setiap akhwat mendambakannya.

Kita tidak bisa mengukur kebahagiaan orang lain menurut persepsi kita. Bukankah sering kita melihat seseorang yang menurut kita “luar biasa” berjodoh dengan yang ‘biasa-biasa’. Seperti seringnya kita melihat pasangan yang ganteng dan cantik, populer tapi kemudian berpisah. Inilah rahasia cinta dan perjodohan, tidak bisa terukur dengan ukuran-ukuran manusia
Maka landasilah rasa percaya diri kita dengan sikap tawakal kepada Allah. Kita berserah diri kepadaNya akan keputusan yang ia berikan. Jauhilah sikap takkabur dan sombong. Karena itu semua hanya akan membuat diri kita rendah dihadapan Allah dan orang lain. Intinya saya bermaksud mengatakan ‘jangan ke-ge-er-an’ dengan segala title dan atribut yang melekat pada diri kita.

Beri cinta kesempata (lagi)
“……….dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” ( QS. Yusuf[12]:87 )

bersedih hati karena gagal bersanding dengan dambaan hati wajar adanya. Tapi bukan alasan untuk menyurutkan langkah berumah tangga. Dunia ini luas, demikian pula dengan orang-orang yang mencintai kita. Kegagalan cinta bukan berarti kita tidak berhak bahagia atau tidak bisa meraih kebahagiaan. Bila hari ini Allah belum mempertemukan kita dengan orang yang kita cintai, insyaAllah ia akan datang esok atau lusa, atau kapanpun ia menghendaki, itu adalah bagian dari kekuasaanNya

cinta juga berproses. Ia membutuhkan waktu. Ia bisa datang dengan cepat tak terduga atau mungkin tidak seperti yang kita harapkan. Ada orang yang dengan cepat berumah tangga, tapi ada pula yang merasakan segalanya berjalan lambat, namun tidak pernah ada kata terlambat untuk merasakan kebahagiaan dalam pernikahan. Beri kesempatan diri kita untuk kembali merasakan kehangatan cinta. ‘ love is knocking outside the door.’ Kata musisi Tesla dalam senandung love will find a way. Tidak pernah ada kata menyerah untuk meraih kebahagiaan dalam naungan ridhoNya. Yang pokok, ikhwan atau akhwat yang kelak akan menjadi pasangan kita adalah mereka yang dirihoi agamanya.

“jika melamar kepada kalian seseorang yang kalian ridho agamanya dan akhlaknya maka nikahkanlah ia, bila kalian tidak melakukannya maka akan ada fitnah di muka bumi dan kerusakan yang nyata” (HR. Turmudzi)

“ Wanita dinikahi karena satu dari tiga hal; dinikahi karena hartanya, dinikahi karena kecantikannya, dinikahi karena agamanya. Maka pilihlah yang memiliki agama dan akhlak (mulia) niscaya selamat dirimu.” (HR.Ahmad)

Read More......


Maaf Akhi, bukannya saya tidak menghormati permintaan akhi. Tapi rasanya kita cukup menjalin ukhuwah saja dalam perjuangan. Saya doakan semoga akhi menemukan pasangan lain yang lebih baik dari saya.”

Amboi, bagaimana rasanya bila kalimat di atas dialami oleh para ikhwan? Bisa saja langit terasa runtuh, hati berkeping-keping. Sang pujaan hati yang kita harapkan menjadi teman setia dalam mengarungi perjalanan hidup menampik khitbah kita. Segala asa yang pernah coba ditambatkan akhirnya karam. Cinta suci sang ikhwan bertepuk sebelah tangan.

Ya drama kehidupan menuju meghligai pelaminan memang beragam. Ada yang menjalaninya dengan smooth, amat mulus, tapi ada yang berliku penuh onak duri, bahkan ada yang pupus ditengah perjalanan karena cintanya tak bertaut dalam maghligai pernikahan.

Ini bukan saja dialami oleh para ikhwan, kaum akhwat pun bias mengalaminya. Bedanya, para ikhwan mengalami secara langsung karena posisi mereka sebagai subyek/pelaku aktif dalam proses melamar. Sehingga getirnya kegagalan cinta –seandainya memang terasa getir- langsung terasa. Sedangkan kaum akhwat perasaanya lebih aman tersembunyi karena mereka umumnya berposisi pasif, menunggu pinangan. Tapi manakala sang ikhwan yang didamba memilih berlabuh dihati yang lain kekecewaan juga merebak dihati mereka.

Mengambil sikap
Ikhwan dan akhwat rahimakumullah, siapapun berhak kecewa manakala keinginan dan cita-citanya tidak tercapai. Perasaan kecewa adalah bagian dari gharizatul baqa’ (naluri mempertahankan diri) yang Allah ciptakan pada manusia. Dengannya, manusia adalah manusia bukan onggokan daging dan tulang belulang. Ia juga bukan robot yang bergerak tanpa perasaan, tapi manusia memiliki aneka emosi jiwa. Ia bisa bergembira tapi juga bisa kecewa.

Emosi negatif, seperti perasaan kecewa akibat tertolak, bukannya tanpa hikmah. Kesedihan akan memperhalus perasaan manusia, bahkan akan meningkatkan kepekaannya pada sesama. Bila dikelola dengan baik maka akan semakin matanglah emosi yang terbentuk. Tidak meledak-ledak lalu lenyap seketika. Ia akan siap untuk kesempatan berikutnya; kecewa ataupun bergembira. Jadi mengapa tidak bersyukur manakala kita ternyata bisa kecewa? Karena berarti kita adalah mansia seutuhnya.

Kegagalan meraih cinta juga bukan pertanda bencana. Tapi akan memberikan pelajaran beharga pada manusia. Seorang filsuf bernama John Charles Salak mengatakan : Orang-orang yang gagal dibagi menjadi dua; yaitu mereka yang berfikir gagal padahal tidak pernah melakukannya, dan mereka yang melakukan kegagalan dan tak penah memikirkannya.
Karenanya kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, tapi justru awal dari segala-galanya. Meski terdengar klise tapi ada benarnya; ambillah pelajaran dari sebuah kegagalan lalu buatlah perbaikan diri. Tentu saja itu dengan tetap mengimani qadla Allah SWT.
Agar kegagalan mengkhitbah tidak menjadi petaka, maka ikhwan dan akhwat, persiapkanlah diri sebaik-baiknya, ada beberapa langkah yang bisa diambil:

Percayai qadla
Manusia tidak suka dengan penolakan. Ia ingin semua keinginannya selalu terpenuhi. Padahal ditolak adalah salah satu bagian dari kehidupan kita. Kata seorang kawan, hidup itu adakaanya tidak bisa memilih. Perkataan itu benar adanya, cobalah kita renungkan, kita lahir kedunia ini tanpa ada pilihan; terlahir sebagai seorang pria atau wanita, berkulit coklat atau putih, berbeda suku bangsa, dsb. Demikian pula rezeki dan jodoh adalah hal yang berada di luar pilihan kita. Man propose, god dispose. Kita hanya bisa menduga dan berikhtiar, tapi Allah jua yang menentukan.

“Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam rahim ibunya selama 40 hari kemudian menjadi ‘alaqah kemudian menjadi janin, lalu Allah mengutus malaikat dan diperintahkannya dengan empat kata dan dikatakan padanya: ‘tulislah amalnya, rizkinya dan ajalnya.” (HR.Bukhari)
Maka kokohkanlah keimanan saat momen itu terjadi pada kita. Yakinilah skenario Allah tengah berlangsung, dan jadilah penyimak yang baik dengan penuh sangka yang baik padaNya. Tanamkan dalam diri kita ‘Allah Mahatahu yang terbaik bagi hamba-hambaNya’.

Jangan biarkan kekecewaan menggerogoti keimanan kita kepadaNya. Apalagi dengan terus menanamkan prasangka buruk padaNya. Segerahlah sadar bahwa ini adalah ujian dari Allah . akankah kita menerima qadla-Nya atau merutuknya?

Dengan demikian, fragmen yang pahit dalam kehidupan InsyaAllah akan memperkuat keyakinan kita bahwa Allah sayang pada kita. Demikian sayangnya, sampai-sampai Allah tidak rela menjodohkan kita dengan si fulan yang kita sangka sebagai pelabuhan cinta kita.

Bersiap untuk cinta dan bahagia
“Seandainya ukhti menjadi istri saya, saya berjanji akan membahagiakan ukhti,” demikian ungkapan keinginan para ikhwan terhadap akhwat yang akan mereka lamar. Puluhan, mungkin ratusan angan-angan kita siapkan seandainya si dia menerima pinangan cinta kita. Kita begitu siap untuk berbahagia dan membahagiakan orang lain. Sama seperti banyak orang yang ingin menjadi kaya, tenar dan dipuja banyak orang.

Sayang, banyak diantara kita yang belum siap untuk merasa kecewa. Dan ketika impian itu berakhir kita seperti terhempas. Tidak percaya bahwa itu bisa terjadi, ada akhwat yang ‘berani’ menolak pinangan kita. Bila kurang waras, mungkin akan keluar ucapan, “berani-beraninya…” atau “apa yang kurang dari saya…..”
Akhi dan ukhti, jangan biarkan angan-angan membuai kita dan membuat diri menjadi tulul amal, panjang angan-angan. Sadarilah semakin tinggi angan membuai kita, semakin sakit manakala tak tergapai dan terjatuh. Ambillah sikap simbang setiap saat; bersiap diri menjadi senang sekaligus kecewa. Sikap itu akan menjadi bufferl penyangga mental kita, apapun yang terjadi kelak.

Manakala kenyataan pahit yang ada di depan mata, sang akhwat menolak khitbah kita atau sang ikhwan memilih ‘bunga’ yang lain, hati ini tidak akan tercabik. Yang akan datang adalah keikhlasan dan sikap lapang dada. Demikian pula saat ia menjatuhkan pilihannya pada kita, hati ini akan bersyukur padaNya karena doa terkabul, keinginan menjadi kenyataan.

” Menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya urusannya seluruhnya baik dan tidaklah hal itu dimiliki oleh seseorang kecuali bagi seorang mukmin. Jika mendapat nikmat ia bersyukur maka hal itu baik baginya, dan jika menderita kesusahan ia bersabar maka hal itu lebih baik baginya.” (HR. Muslim)

Bukan Aib
Ditolak? Emang enak! Wah, mungkin demikian pikiran sebagian ikhwan. Malu, kesal dan kecewa menjadi satu. Tapi itulah bentuk ‘perjuangan’ menuju pernikahan. Kita tidak akan pernah tahu apakah sang pujaan menerima atau menolak kita, kecuali setelah mengajukan pinangan padanya. Manakala ditolak tidak usah malu, bukan cuma kita yang pernah ditolak, banyak ikhwan yang ‘senasib’ dan ‘sependeritaan’.
Saatnya berjiwa besar ketika ditolak. Tidak perlu merasa terhina. Demikian pula saat banyak orang tahu hal itu. Bukankah apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang benar? Mengapa mesti malu.

Kita mungkin takkan Bahagia’
Marah-marah karena lamaran tertolak? Mendoakan keburukan pada ikhwan yang tidak mencintai kita? Itu bukan sikap seorang muslim/muslimah yang baik. Tidak ada yang bisa melarang seseorang untuk jatuh cinta maupun menolak cinta. Sebagaimana kita punya hak untuk mencintai dan melamar orang, maka ada pula hak yang diberikan agama pada orang lain untuk menolak pinangan kita. Bahkan dalam kehidupan rumah tangga pun seorang suami dan istri diberikan hak oleh Allah SWT. Untuk membatalkan sebuah ikatan pernikahan.

Mengapa ada hak penolakan cinta yang diberikan Allah pada kita? Bahkan dalam pernikahan ada pintu keluar ‘perceraian’? jawabannya adalah sangat mungkin manusia yang jatuh cinta atau setelah membangun rumah tangga, ternyata tak kunjung memperoleh kebahagiaan ( al hanaah ) dari pasangannya, maka tiada guna mempertahankan sebuah bahtera rumah tangga bila kebahagiaan dan ketentraman tak dapat diraih. Wallahu’alam bi ash shawab

Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik.” ( Al-Baqarah[2]:229 )

Berpikir positiflah manakala cinta tak berbalas. Belum tentu kita memperoleh kebahagiaan bila hidup bersamanya. Apa yang kita pandang baik secara kasat mata, belum tentu berbuah kebaikan di kemudian hari.
Adakalanya keinginan untuk hidup bersama orang yang kita idamkan begitu menggoda. Tapi bila ternyata cinta kita bertepuk sebelah tangan, untuk apa semua kita pikirkan lagi? Allah Maha Pangatur, ia pasti akan mempertemukan kita dengan orang yang memberikan kebahagiaan seperti yang kita angankan. Bahkan mungkin lebih dari yang kita harapkan.

Be positive thinking, suatu hari kelak ketika antum telah menikah dengan orang lain –bukan dengan si dia yang antum idamkan- niscaya antum takjub dengan kebahagiaan yang antum rasakan. Percayalah banyak orang yang telah merasakan hal demikian.
Saya tak mungkin berbahagia tanpanya’
ini adalah perangkap, ia akan memenjarakan kita terus menerus dalam kekecewaan. Perasaan ini juga menghambat kita untuk mendapatkan kesempatan berbahagia dengan orang lain. Mereka yang terus menerus mengingat orang yang pernah menolaknya, dan masih terbius dengan angan-angannya sebenarnya tengah menyiksa perasaan mereka sendiri dan menutup peluang untuk bahagia.

Mari berpikir jernih, untuk apa memikirkan orang lain yang sudah menjalani kehidupannya sendiri? Jangan biarkan orang lain membatalkan kebahagiaan kita. Diri kitalah yang bisa menciptakannya sendiri. Untuk itu tanamkan optimisme dan keyakinan terhadap qadla Allah SWT. Insya Allah, akan ada orang yang membahagiakan kita kelak.

Cinta membutuhkan waktu
“maukah ukhti menjadi istri saya? Saya tunggu jawaban ukhti dalam waktu 1 X 24 jam!” Masya Allah, cinta bukanlah martabak telor yang bisa di tunggu waktu matangnya. Ia berproses, apalagi berbicara rumah tangga, pastinya banyak pertimbangan-pertimbangan yang harus dipikirkan. Ada unsur keluarga yang harus berperan. Selain juga ada pilihan-pilihan yang mungkin bisa diambil.

Jadi harap dipahami bila kesempatan datangnya cinta itu menunggu waktu. Seorang akhwat yang akan dilamar –contoh extrim pada kasus diatas- bisa jadi tidak serta merta menjawab. Biarkanlah ia berpikir dengan jernih sampai akhirnya ia melahirkan keputusan. Jadi cara berpikir seperti di atas sebenarnya lebih cocok dimiliki anggota tim SWAT ketimbang orang yang berkhitbah

Ideal bagus, Tapi realistik adalah sempurna
“Suami yang saya dambakan adalah yang bertanggungjawab pada keluarga, giat berdakwah dan rajin beribadah, cerdas serta pengertian, penyayang, humoris, mapan dan juga tampan.” Itu mungkin suami dambaan Anda duhai Ukhti . tapi jangan marah bila saya katakan bahwa seandainya kriteria itu adalah harga mati yang tak tertawar, maka yang ukhti butuhkan bukanlah seorang ikhwan melainkan kitab-kitab pembinaan. Kenyataannya tidak ada satupun lelaki didunia ini yang bisa memenuhi semua keinginan kita. Ada yang mapan tapi kurang rupawan, ada yang rajin beribadah tapi kurang mapan, ada yang giat dakwah dakwah tapi selalu merasa benar sendiri, dsb.

Ini bukan berarti kita tidak boleh memiliki kriteria bagi calon suami/istri kita, lantas membuat kita mengubah prinsip menjadi ‘yang penting akhwat” atau “yang penting ikhwan”. Tapi realistislah, setiap menusia punya kekurangan – sekaligus kelebihan. Mereka yang menikah adalah orang-orang yang berani menerima kekurangan pasangannya, bukan orang-orang yang sempurna. Tapi berpikir realistis terhadap orang yang akan melamar kita, atau yang akan kita lamar, adalah kesempurnaan
Maka doa kita kepada Allah bukanlah,”berikanlah padaku pasangan yang sempurna” tetapi “ya Allah, karuniakanlah padaku pasangan yang baik bagi agamaku dan duniaku.”

Kekuatan Ruhiyah
Percaya diri itu harus, tapi overselfconfidence adalah kesalahan. Jangan terlalu percaya diri akhi bahwa lamaran antum diterima. Jangan juga terlalu yakin ukhti, bahwa sang pujaan akan datang ke rumah anti. Perjodohan adalah perkara gaib. Tanpa ada seorang pun yang tahu kapan dan dengan siapa kita akan berjodoh. Cinta dan berjodohan tidak mengenal status dan identifikasi fisik. Bukan karena ukhti cantik maka para ikhwan menyukai ukhti. Juga bukan karena akhi seorang hamalatud da’wah lalu setiap akhwat mendambakannya.

Kita tidak bisa mengukur kebahagiaan orang lain menurut persepsi kita. Bukankah sering kita melihat seseorang yang menurut kita “luar biasa” berjodoh dengan yang ‘biasa-biasa’. Seperti seringnya kita melihat pasangan yang ganteng dan cantik, populer tapi kemudian berpisah. Inilah rahasia cinta dan perjodohan, tidak bisa terukur dengan ukuran-ukuran manusia
Maka landasilah rasa percaya diri kita dengan sikap tawakal kepada Allah. Kita berserah diri kepadaNya akan keputusan yang ia berikan. Jauhilah sikap takkabur dan sombong. Karena itu semua hanya akan membuat diri kita rendah dihadapan Allah dan orang lain. Intinya saya bermaksud mengatakan ‘jangan ke-ge-er-an’ dengan segala title dan atribut yang melekat pada diri kita.

Beri cinta kesempata (lagi)
“……….dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” ( QS. Yusuf[12]:87 )

bersedih hati karena gagal bersanding dengan dambaan hati wajar adanya. Tapi bukan alasan untuk menyurutkan langkah berumah tangga. Dunia ini luas, demikian pula dengan orang-orang yang mencintai kita. Kegagalan cinta bukan berarti kita tidak berhak bahagia atau tidak bisa meraih kebahagiaan. Bila hari ini Allah belum mempertemukan kita dengan orang yang kita cintai, insyaAllah ia akan datang esok atau lusa, atau kapanpun ia menghendaki, itu adalah bagian dari kekuasaanNya

cinta juga berproses. Ia membutuhkan waktu. Ia bisa datang dengan cepat tak terduga atau mungkin tidak seperti yang kita harapkan. Ada orang yang dengan cepat berumah tangga, tapi ada pula yang merasakan segalanya berjalan lambat, namun tidak pernah ada kata terlambat untuk merasakan kebahagiaan dalam pernikahan. Beri kesempatan diri kita untuk kembali merasakan kehangatan cinta. ‘ love is knocking outside the door.’ Kata musisi Tesla dalam senandung love will find a way. Tidak pernah ada kata menyerah untuk meraih kebahagiaan dalam naungan ridhoNya. Yang pokok, ikhwan atau akhwat yang kelak akan menjadi pasangan kita adalah mereka yang dirihoi agamanya.

“jika melamar kepada kalian seseorang yang kalian ridho agamanya dan akhlaknya maka nikahkanlah ia, bila kalian tidak melakukannya maka akan ada fitnah di muka bumi dan kerusakan yang nyata” (HR. Turmudzi)

“ Wanita dinikahi karena satu dari tiga hal; dinikahi karena hartanya, dinikahi karena kecantikannya, dinikahi karena agamanya. Maka pilihlah yang memiliki agama dan akhlak (mulia) niscaya selamat dirimu.” (HR.Ahmad)

Agustus 18, 2011

BErfIKIR PoSitIF... ^__^

Kadangkala kita berpikir apa yang terjadi sama kita jika itu tidak sesuai keinginan kita maka kita akan merasa kecewa... merasa putus asa.., karena kadang memang kita berharap lebih dengan sesuatu keadaan..

Sebenarnya tdk ada salahnya untuk kita berharap lebih dengan sesuatu untuk sesuai dengan yang kita inginkan, tapi kadang yang luput dari pemikiran kita adalah keputus-asaan yang akan timbul di akhir jika keadaan itu tidak sesuai dengan keinginan kita. Itu wajar.. sungguh wajar untuk manusia berputus asa, karena tidak di pungkiri kita ini manusia yang pastinya tidak ada yang sempurna..

Dalam setiap masalah yang kita hadapi, pasti akan kita dapatkan keberhasilan ataupun kegagalan.. sudah pasti jika kita mengalami keberhasilan kita akan merasa senang, gembira bersyukur dengan apa yang kita dapatkan.. tapi sebaliknya, jika kita memperoleh kegagalan kita akan merasa kecewa, putus asa, dan merasa dirinya sebagai manusia paling tidak beruntung..

Berfikir positif, adalah saah satu jalan keluar bagi kita untuk tidak berlarut-larut meratapi kegagalan, berputus-asa dalam kesedihan. Berfikirlah positif jika dalam segala masalah yang kita hadapi selalu ada hikmah di baliknya.. jika itu berhasil.. alhamdulillah kita bersyukur mudah-mudahan itu adalah salah satu jalan terbaik untuk kita... tapi jika gagal... berfikirlah positif bahwa itu bukan jalan terbaik untuk kita, Alloh selalu mempunyai cara untuk kita agar kita mendapatkan yang terbaik untuk sekarang, besok dan seterusnya...

Alloh paling mengetahui apa yang tidak kita ketahui, Alloh paling tahu apa yang terbaik untuk kita... jadi untuk apa kita bersedih, berputus-asa yang berlarut-larut untuk sesuatu yang memang bukan untuk kita, bukan yang terbaik untuk kita.Ingatlah Alloh mempunyai jalannya sendiri untuk menunjukan apa yang terbaik untuk kita, walaupun mungkin sakit di awalnya... pasrahkan semuanya kepada Alloh... berfikir positiflah kepada-Nya.. berfikirlah positif dengan apa yang terjadi dalam hidup kita... dari situ kita bisa lebih mempergunakan sisa umur kita dengan sebaik-baiknya.. Amiiiin...

Read More...... Kadangkala kita berpikir apa yang terjadi sama kita jika itu tidak sesuai keinginan kita maka kita akan merasa kecewa... merasa putus asa.., karena kadang memang kita berharap lebih dengan sesuatu keadaan..

Sebenarnya tdk ada salahnya untuk kita berharap lebih dengan sesuatu untuk sesuai dengan yang kita inginkan, tapi kadang yang luput dari pemikiran kita adalah keputus-asaan yang akan timbul di akhir jika keadaan itu tidak sesuai dengan keinginan kita. Itu wajar.. sungguh wajar untuk manusia berputus asa, karena tidak di pungkiri kita ini manusia yang pastinya tidak ada yang sempurna..

Dalam setiap masalah yang kita hadapi, pasti akan kita dapatkan keberhasilan ataupun kegagalan.. sudah pasti jika kita mengalami keberhasilan kita akan merasa senang, gembira bersyukur dengan apa yang kita dapatkan.. tapi sebaliknya, jika kita memperoleh kegagalan kita akan merasa kecewa, putus asa, dan merasa dirinya sebagai manusia paling tidak beruntung..

Berfikir positif, adalah saah satu jalan keluar bagi kita untuk tidak berlarut-larut meratapi kegagalan, berputus-asa dalam kesedihan. Berfikirlah positif jika dalam segala masalah yang kita hadapi selalu ada hikmah di baliknya.. jika itu berhasil.. alhamdulillah kita bersyukur mudah-mudahan itu adalah salah satu jalan terbaik untuk kita... tapi jika gagal... berfikirlah positif bahwa itu bukan jalan terbaik untuk kita, Alloh selalu mempunyai cara untuk kita agar kita mendapatkan yang terbaik untuk sekarang, besok dan seterusnya...

Alloh paling mengetahui apa yang tidak kita ketahui, Alloh paling tahu apa yang terbaik untuk kita... jadi untuk apa kita bersedih, berputus-asa yang berlarut-larut untuk sesuatu yang memang bukan untuk kita, bukan yang terbaik untuk kita.Ingatlah Alloh mempunyai jalannya sendiri untuk menunjukan apa yang terbaik untuk kita, walaupun mungkin sakit di awalnya... pasrahkan semuanya kepada Alloh... berfikir positiflah kepada-Nya.. berfikirlah positif dengan apa yang terjadi dalam hidup kita... dari situ kita bisa lebih mempergunakan sisa umur kita dengan sebaik-baiknya.. Amiiiin...

Agustus 17, 2011

Amiiiiiiiiiiiiiiin.... ;)

Malam ini terasa aku gelisah banget.. dari pulang kantor perasaan dah terasa gak enak... tapi aku ga tau apa yang menajdi beban pikiranku.. walaupun sebenarnya lebih fokus pikiran ini ke hubunganku dengan seorang cowok.
Malam itu pulang kerja aku bareng dengan cowok itu, padahal awalnya berniat untuk pulang sendiri dengan berjalan kaki. Tapi ternyata dia sms dan menawarkan untuk pulang bareng dengan membonceng motornya. Ya.. sebenarnya itu hal yang aku pengen.. karena terasa nyaman dan bahagia jika bareng dia. Seperti biasa sebelum pulang ke kosan aku, kita mencari makan dulu dan kebetulan eaktu itu kita mencari makan deket tempat kosan dia.. dengan memesan ikan dan ayam bakar akhirnya kita makan bareng di kosan dia, dengan ngbrol ngalor ngidul dan ngbrol segala macem.
Terasa sangat nyaman aku jika di samping dia, terasa ingin selalu bersama. Walaupun terasa seperti lirik lagu-lagu kebanyakan tapi inilah kebenaran hati yang aku rasakan sekarang.
Setelah selesai makan dan ngobrol-ngobrol sebentar, akhirnya aku minta untuk di antar pulang kekosan.
Sebenarnya malam itu dia berniat untuk pulang ke rumah tempat tinggalnya yang berada di serang. Tapi setelah dipastikan ke ibunya akhirnya dia memutuskan untuk pulang pada pagi keesokan harinya.
Setelah sampai dikosan diapun ikut mampir kekosan aku. Disana seperti biasa ngobrolin segala macem hal.  Sampai akhirnya pada sekitar pukul 23.00 kita berkeinginan untuk mencari makan.. yang sebenarnya jam segitu menurutku sudah terlalu malam bagi cowok masih berada di tempat ceweknya apalagi dengan adanya omongan tetangga yang nantinya akan bergunjing. Tapi aku tidak bisa mendustai jika aku ingin selalu bersamanya... sampai akhirnya pada pukul 23.30 dia baru pulang ke kosannya dia, pastinya setelah kita menghabiskan jajanan malam kita yaitu gorengan.
Seperti biasanya setelah dia pulang dan sampai di kosan dia, dia akan memberitahukan bahwa dia telah sampai dikosan. Setelah lama menunggu dan hampir setengah jam (jarak kosan aku dan dia jika menggunakan motor hanya sekitar 10 menit).. akhirnya aku sms dia untuk memastikan bahwa dia sudah sampai kosan atau belum. Setelah lama di sms belum ada juga balasan dari dia,, dari situ aku mulai khawatir takut terjadi apa-apa dengan dia.
Sungguh-sungguh saat itu teramat sangat aku khawatir menunggu kabar dari dia, aku telpon kata operator di luar jangkauan atau sinyal tidak ada.. aku sms lagi ternyata belum di bales juga.. aku mulai berpikiran macam-macam takut terjadi apa apa.. sampai pukul 01.00 aku mulai sangat gelisah tidak bisa tidur dan sempat ingin menangis.. aku mencoba lagi untuk meneleponnya dan haslnya sama saja.. tidak bisa dihubungi. Sampai akhirnya tidak lama kemudian dia menelepon aku.. alhamdulillah aku sangat bersyukur saat itu sangat lega sangat teramat sangat legaaaa setelah dia telepon dan memberitahukan sebenarnya dia telah sampai di kosan sudah lama sekita jam setengah 12 lebih dan ingin segera memberitahukan hal itu tapi karena sinyal hp yang langsung hilang akhirnya dia sama sekali tidak bisa menghubungi keluar,. Diapun meminta maaf kepadaku karena telah membuatku khawatir..
Aku pastikan ke dia bahwa aku sudah sangat bersyukur bahwa dia tidak apa-apa tidak seperti yang telah aku bayangkan sebelumnya... dan aku beritahukan ke dia untuk segera beristirahat karena keesokan paginya dia akan segera pulang ke rumahnya.
Setelah itu ternyata aku yang sama sekali tidak bisa menghilangkan kegelisahan dan kegundahan hati, sampai akhirnya aku mengambil air wudhu dan sholat Tahajud.. setelah selesai sholat dan membaca Al-Qur’an.. aku menonton tv untuk menunggu sampai mata ini mengantuk.. ternyata sampai 2 jam kemudian mata ini belum juga mau terpejam... sampai akhirnya dipaksakan pada pukul 03.30 aku bisa terlelap tidur.. Alhamdulillah... Amiiin.

Read More......
Malam ini terasa aku gelisah banget.. dari pulang kantor perasaan dah terasa gak enak... tapi aku ga tau apa yang menajdi beban pikiranku.. walaupun sebenarnya lebih fokus pikiran ini ke hubunganku dengan seorang cowok.
Malam itu pulang kerja aku bareng dengan cowok itu, padahal awalnya berniat untuk pulang sendiri dengan berjalan kaki. Tapi ternyata dia sms dan menawarkan untuk pulang bareng dengan membonceng motornya. Ya.. sebenarnya itu hal yang aku pengen.. karena terasa nyaman dan bahagia jika bareng dia. Seperti biasa sebelum pulang ke kosan aku, kita mencari makan dulu dan kebetulan eaktu itu kita mencari makan deket tempat kosan dia.. dengan memesan ikan dan ayam bakar akhirnya kita makan bareng di kosan dia, dengan ngbrol ngalor ngidul dan ngbrol segala macem.
Terasa sangat nyaman aku jika di samping dia, terasa ingin selalu bersama. Walaupun terasa seperti lirik lagu-lagu kebanyakan tapi inilah kebenaran hati yang aku rasakan sekarang.
Setelah selesai makan dan ngobrol-ngobrol sebentar, akhirnya aku minta untuk di antar pulang kekosan.
Sebenarnya malam itu dia berniat untuk pulang ke rumah tempat tinggalnya yang berada di serang. Tapi setelah dipastikan ke ibunya akhirnya dia memutuskan untuk pulang pada pagi keesokan harinya.
Setelah sampai dikosan diapun ikut mampir kekosan aku. Disana seperti biasa ngobrolin segala macem hal.  Sampai akhirnya pada sekitar pukul 23.00 kita berkeinginan untuk mencari makan.. yang sebenarnya jam segitu menurutku sudah terlalu malam bagi cowok masih berada di tempat ceweknya apalagi dengan adanya omongan tetangga yang nantinya akan bergunjing. Tapi aku tidak bisa mendustai jika aku ingin selalu bersamanya... sampai akhirnya pada pukul 23.30 dia baru pulang ke kosannya dia, pastinya setelah kita menghabiskan jajanan malam kita yaitu gorengan.
Seperti biasanya setelah dia pulang dan sampai di kosan dia, dia akan memberitahukan bahwa dia telah sampai dikosan. Setelah lama menunggu dan hampir setengah jam (jarak kosan aku dan dia jika menggunakan motor hanya sekitar 10 menit).. akhirnya aku sms dia untuk memastikan bahwa dia sudah sampai kosan atau belum. Setelah lama di sms belum ada juga balasan dari dia,, dari situ aku mulai khawatir takut terjadi apa-apa dengan dia.
Sungguh-sungguh saat itu teramat sangat aku khawatir menunggu kabar dari dia, aku telpon kata operator di luar jangkauan atau sinyal tidak ada.. aku sms lagi ternyata belum di bales juga.. aku mulai berpikiran macam-macam takut terjadi apa apa.. sampai pukul 01.00 aku mulai sangat gelisah tidak bisa tidur dan sempat ingin menangis.. aku mencoba lagi untuk meneleponnya dan haslnya sama saja.. tidak bisa dihubungi. Sampai akhirnya tidak lama kemudian dia menelepon aku.. alhamdulillah aku sangat bersyukur saat itu sangat lega sangat teramat sangat legaaaa setelah dia telepon dan memberitahukan sebenarnya dia telah sampai di kosan sudah lama sekita jam setengah 12 lebih dan ingin segera memberitahukan hal itu tapi karena sinyal hp yang langsung hilang akhirnya dia sama sekali tidak bisa menghubungi keluar,. Diapun meminta maaf kepadaku karena telah membuatku khawatir..
Aku pastikan ke dia bahwa aku sudah sangat bersyukur bahwa dia tidak apa-apa tidak seperti yang telah aku bayangkan sebelumnya... dan aku beritahukan ke dia untuk segera beristirahat karena keesokan paginya dia akan segera pulang ke rumahnya.
Setelah itu ternyata aku yang sama sekali tidak bisa menghilangkan kegelisahan dan kegundahan hati, sampai akhirnya aku mengambil air wudhu dan sholat Tahajud.. setelah selesai sholat dan membaca Al-Qur’an.. aku menonton tv untuk menunggu sampai mata ini mengantuk.. ternyata sampai 2 jam kemudian mata ini belum juga mau terpejam... sampai akhirnya dipaksakan pada pukul 03.30 aku bisa terlelap tidur.. Alhamdulillah... Amiiin.